Rabu, 07 November 2018

PERBEDAAN FLOKULASI DAN DEFLOKULASI



MEMAHAMI DENGAN MUDAH KONSEP FLOKULASI DAN DEFLOKULASI

Dalam bidang ilmu farmasi, kata kata ilmiyah bukanlah hal yang asing lagi ditelinga kita, seperti flokulasi, deflokulasi, coalesens, creaming dan lain lain. hal ini sangatlah penting untuk diketaui karena sebagai seseorang yang mempelajari suatu disiplin ilmu pasti yang segala sesuatunya harus benar benar dipertanggungjawabkan, kita harus benar benar mempelajarinya. Seperti halnya flokulasi dan deflokulasi kedua hal ini sangtlah penting untuk dipelajari, terutama perbedaan dari keduanya.


APA ITU FLOKULASI ?
Dalam sediaan cair seperti suspensi, flokulasi secara umum didefinisikan sebagai suatu proses mengendapnya partikel karena adanya gaya gravitasi dan faktor faktor lain yang mempengaruhi seperti besarnya ukuran partikel, rendahnya viskositas sediaan dan faktor-faktor lainya, dalam sistem suspensi terbagi atas dua yaitu sistem flokulasi dan deflokulasi. Untuk memahaminya pertama-tama kita harus memahami terlebih dahulu sifat dan karakteristik dari partikel.

APA SAJA SIFAT DAN KARAKTERISTIK PARTIKEL ?
Sebagaimana yang kita ketahui secara teoritis partikel adalah sebuah satuan dasar dari benda atau materi. Bisa juga dikatakan Partikel merupakan satuan bagian terkecil dari suatu materi. Jenis Partikel ini ada 3 yaitu: atom, molekul, dan ion. Jadi baik atom, molekul, dan ion ke tiga-nya merupakan satuan terkecil dari materi yg secara umum disebut partikel.
Partikel berdasarakan jenisnya ada yang berbentuk padatan, cairan  maupun gas. Yang umumnya memiliki muatan yang memungkinkan setiap partikel dapat berinteraksi antar partikel sejenis maupun dengan yang tidak sejenis, pada permukaan partikel memiliki tingkat energi yang berbeda beda, umumnya disebut energi bebas permukaan. Energy bebas permukaan ini memiliki korelasi dengan ukuran partikel dan interaksinya, ukuran partikel berbanding terbalik dengan energy bebas permukaan dan berbanding lurus dengan kecenderungan partikel untuk berinteraksi, sederhananya semakin besar ukuran partikel maka energi bebas permukaan semakin kecil, energi bebas permukaan yang kecil maka kecenderungan partikel berinteraksi semakin kecil juga.

TERUS APA HUBUNGANNYA SIFAT PARTIKEL DENGAN FLOKUKASI DAN DEFLOKULASI ?
Sifat partikel yang terdispersi dalam fase pendispersi (bukan larutan) pada umumnya tetap akan mengalami pemisahan, hanya saja memiliki waktu yang berbeda beda tergantung faktor faktor yang mempengaruhinya, berdasarkan persamaan hokum stokes yang menyatakan bahwa kecepatan pengendapan berbanding lurus dengan diameter partikel, bobot jenis dan gravitasi, dan berbanding terbalik dengan viskositas.
Flokulasi dan deflokulasi keduanya sama sama merupakan proses pengendapan, namun memiliki letak perbedaanya ada pada bentuk partikel yang terflokulasi, untuk partikel yang mengendap pada suspensi sistem flokulasi adalah partikel yang terbuka, yang apa bila membentuk endapan masi terdapat rongga rongga yang yang memungkinkan endapan pada suspensi sitem flokulasi dapat diredispersikan, berbeda dengan suspensi sistem deflokulasi, bentuk partikel yang membentuk endapan adalah flokulat sistem tertutup, yang menyebabkan endapan yang terbentuk tidak dapat diredispersikan lagi.

LALU SISTEM SUSPENSI APA YANG TERBAIK ?
Sistem suspensi yang baik bukan flokulasi ataupun deflokulasi, tapi suspense yang baik yaitu gabungan dari sistem suspensi flokulasi dan deflokulasi, yaitu suspensi yang yang memiliki kecepatan pengendapan yang rendah dan apabila bila terbentuk endapan akan mudah diredispersikan kembali.

BAGAIAMANA HUBUNGANNYA DENGAN STABILITIAS SEDIAAN FARMASI ?
Sistem flokulasi dan deflokulasi dua duanya adalah suatu bentuk ketidak stabilan, kenapa dikatakan demikian karena kedua sistem adalah proses pengendapan partikel, dimana hal ini tidaklah diinginkan untuk terjadi, karena dapat mempengaruhi homogenitas sediaan, bisa dibayangkan bagaiaman jika suatu sediaan obat cair yang partikel dari zat aktifnya megalami pengendapan, hal ini mempengarui keseragaman dosis, sederananya, ketika konsentrasi obat lebih banyak pada bagian bawah wadah, otomatis pada bagian atas memiliki konsentrasi obat yang lebih rendah, hal ini dapat mempengaruhi terapi dari suatu obat.

APA SAJA SEDIAAN SEDIAN YANG TERGOLONG SISTEM FLOKULASI DAN YANG TERGOLONG  SISTEM DEFLOKULASI ?
Suspensi suspensi yang tergolong dalam sistem flokulasi pada umumnya yaitu yang memiliki viskosistas yang lebih rendah, sehingga menyebabkan partikel cepat mengendap, biasanya pada suspensi kering (dry suspension), jenis suspensi ini setelah direkonstitusi dan didiamkan pada saat penyimpanan, akan cepat membentuk endapan, namun mudahh untuk diredispersikan lagi, sedangkan untuk suspensi sistem deflokulasi adala suspense yang memiliki viskositas yang tinggi karena adanya penggunaan suspending agent pada formulasi sediaan, hal ini yang memungkinkan proses pengendapan menjadi lebih lambat, dan ketika terbentuk endapan, tidak dapat diredispersikan lagi.
Hal ini, tidak dijadikan dasar sepenuhnya, karena penggolongan suspensi flokulasi dan deflokulasi bergantung pada banyak faktor, seperti bentuk partikel, ukuran partikel, viskositas ediaan dan faktor faktor lainnya.

BAGAIMANA MENGATAHUI SEDIAAN YANG MASIH STABIL DAN YANG SUDAH RUSAK ?
Pada umumnya untuk mengetahui sediaan yang mengalami kerusakan maupun sediaan yang stabil pada umumnya dapat dlakukan berbagai cara, baik itu secara instrumental maupun pengamatan visual. Sediaan yang mengalami kerusakan pada umumnya terlihat adanya perubahan fisik, berupa perubahan warna, pengendapan, penggumpala, perubahan bau dan parameter parameter lain, untuk sediaan dispersi kerusakan biasanya ditandai dengan adanya penggumpalan partikel membentuk aglomerat, pemisahan fase, hingga pengendapan partikel yang tidak dapat didipersikan lagi (Caking), pada kondisi terntentu juga dapat terjadi reaksi oksidasi ataupun hidrolisis yang menyebabkan adanya perubahan warna ataupun aroma. Untuk sediaan sediaan obat cair lainnya memiliki parameter yang kurang lebih sama dan juga ada yang berbeda untuk menentukan terjadinya kerusakan.

BAGAIMANA PERAN FARMASI MENGENAI HAL INI ?
farmasi telah melakukan berbagai cara untuk memodifikasi dan pengembangkan kinerja dari suspending agent untuk meningkatkan stabilitas sediaan suspense, sebagaimana yang diketahui bahwa efek penambahan suspending terhadap proses flokulasi sangatlah berhubungan.
pending agent digunakan untuk meningkatkan viskositas dan memperlambat proses pengendapan. Pembuat formulasi harus memilih suspending agent secara tunggal atau kombinasi dan pada konsentrasi yang tepat. Faktor yang mempengaruhi pemilihan suspending agent yaitu: kesesuaian secara kimia dengan bahan yang lain, khususnya obat, pengaruh pH obat, penampilan, dan harga (Nash, 1996).
Para ahli farmasi hingga saat ini terus melakukan penelitian-penelitian terkait pengembangan stabilitas sediaan. Beberapa diantaranya ialah studi stabilitas fisik suspensi oral rofecoxib menggunakan pendekatan flokulasi terkontrol, investigasi sifat suspending agent menggunakan AlOH sebagai pemodelan obat dan masih bnyak peranan farmasi lainnya dalam al peningkatan stabilitas sediaan farmasi.

APA HAL-HAL YAG HARUS DIKETAUI OLEH KONSUMEN ?
Mengetahui karakteristik perbedaan masing masing sediaan obat laruta, cara penggunaan hingga penyimpanan, Untuk sediaan suspensi, memiliki masala utama terkait ketidakstabilan partikel untuk selalu berada pada keadaan terdispersi, sediaan suspense pada umumnya akan mengalami pengendapan setelah penyimpanan pada waktu tertentu, oleh sebab itu penggojokan perlu dilakukan untuk menjamin distribusi dosis sebelum suspense dikonsumsi, penyimpanan disrankan untuk dihindari dari paparan cahaya langsung, suhu yang tinggi, jangkauan anak anak dan hindari faktor faktor lain yang dapat mempengaruhi stabilitas sediaan obat. Sebelum dikonsumsi kondisi obat perlu dichek terlebih dahulu menggunakan pengamatan visual untuk mengetahui adanya kerusakan obat serta perhatikan tanggal kadarluarsa.
Semoga Bermanfaat

DAFTAR PUSTAKA
Anief, M, 2000, Farmasetika, 2000, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta
Ansel, H.C., 1995, Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi. UI Press; Jakarta
Aulton, M. E., 2003, Pharmaceutics The Science of Dosage Form Design, Second Edition, 408, ELBS Fonded by British Goverment.
Joenoes N.Z., 2001, ARS Prescribendi Resep Yang Rasional, Edisi 1, hal.16, Airlangga University Press, Surabaya.
Lachman, L., & Lieberman, H. A., 1994, Teori dan Praktek Farmasi Industri,. Edisi Kedua, 1091-1098, UI Press, Jakarta.
Lachman, L., Lieberman, A. H., and Kanig L. J., 1996, Teori dan Praktek Farmasi Industri, diterjemahkan oleh Suyatmi S., Edisi ketiga, 399-401, 405-412, UI Press, Jakarta.
Muralidhar, S. et al. 2013.  Studies on Physical Stability of Rofecoxib Oral Suspension Using Controlled Flocculation Approach. Orissa; India
Nash, A. R., 1996, Pharmaceutical Suspensions, in Herbert A. Lieberman, Martin M. Rieger, Gilberts, Banker, Pharmeceutical Dosage Forms : Disperse Systems, Vol. 2, New York
Ordu, J. And Amarauche, C. 2015. Natural Hydrogel Obtained from Cochorus Olitorious Plants. II: Investigation of the Suspending Properties using Aluminium Hydroxide as a Model Drug. University of Port Harcourt; University of Nigeria, Nsukka.
Priyambodo, B., 2007, Manajemen Farmasi Industri, Global Pustaka Utama,Yogyakarta.
Retno, M. 2010.  Formulasi Suspensi Siprofloksasin Menggunakan Suspending Agent Pulvis Gummi Arabici: Uji Stabilitas Fisik Dan Daya Antibakteri. Universitas Muhammadiyah Surakarta; Surakarta.


HUBUNGAN ELECTRICAL DOUBLE LAYER DAN ZETA POTENSIAL



CARA MUDAH MEMAHAMI RUMITNYA KONSEP “ELEKTRICAL DOUBLE LAYER” DAN “ZETA POTENSIAL”
Pernakah kamu mendengar tentang lapisan rangkap listrik atau kerennya disebut Electrical double layer dan entang zeta potential ? sudah kah kamu memahaminya ? terkadang kita merasa ilmu pengetahuan yang kita miliki sudah sangat cukup, namun itu adalah suatu bentuk kekeliruan karena segala sesuatu yang kita ketahui tidaklah akan ada apa apanya dibandingkan jika kita harus mengetahui keseluruhan ilmu pengetahuan yang ada saat ini. langsung saja, mungkin kamu pernah membaca atau mendengarkan disaat kuliah tentang electrical double layer dan zeta potential,namun karena rumitnya bahasan tentang ini kamu enggan untuk mempelajarinya lebih lanjut. Kali ini dalam artikel ini akan dibahas terkait dua materi ini dengan cara yang lebih sederhana untuk memaaminya.



SECARA TEORITIS Electrical double layer
Teori tentang Electrical double layer atau lapisan rangkap listrik telah dikemukakan oleh  Helmoltz, Gouy Chapman dan Stern. Teori Helmholtz mengemukakan bahwa akan terjadi peristiwa penetralan muatan dipermukaan logam dengan muatan pada pada larutan, serta beda potensial akan berkurang dengan bertambahnya jarak dari permukaan logam. sedangkan teori Gouy Chapman mengemukaan bahwa potensial dipermukaan logam dipengaruhi oleh ion yang berada dipermukaan dan ion yang memiliki muatan berbeda yang ada pada larutan serta semakin jauh jarak dari permukaan maka konsentrasi akan semakin kecil, hal ini dikarenakan adanya difusi muatan melalui diffuse double layer . sedangkan teori stern mengemukakan bahwa ion ion hanya berada pada jarak beberapa nanometer dari permukaan logam (tidak menempel) yang juga mengasumsikan bahwa ion ion dapat diserap disebuah lapisan  yang disebut stern layer. Nilai potensial akan menuruan secara linier pada stern layer dan akan menurun secara eksponensial diffusion layer.

PEMAHAMAN SEDERHANANYA Electrical double layer adalah
Electrical double layer adala lapisan rangkap listrik yang terbentuk secara langsung karena adanya interaksi antara muatan pada partikel dengan muatan pada larutan, partikel yang didispersikan dalam larutan permukaannya akan terbentuk lapisan lapisan yang disusun oleh muatan muatan pada larutan, lapisan pertama yang menempel pada permukaan partikel disebut stern layer, lapisan kedua disebut Gouy chapman layer atay diffusion layer , dan lapisan setelahnya sliping plane.
Zeta Potensial
Zeta Potential adalah parameter muatan listrik antara partikel koloid. Nilai zeta potensial berbanding terbalik dengan kecenderungan partikel berinteraksi. Untuk sediaan sistem disperse, nilai zeta potensial ini sangat berperan untuk  menentukan kestabilan dari suatu sediaan sistem dispersi, yang pada tetapannya nilai zeta potensial berbanding lurus dengan kestabilan suatu sistem dispersi.
Untuk mempermudah memahaminya, harus di pahami dulu sifat ataupun karakteristik dari larutan.

MEMAHAMI PERBEDAAN LARUTAN, KOLOID DAN SUSPENSI
Perbedaan berdasarkan jenis campuran dan ukuran partikel.
Larutan
Adalah campuran homogen dari zat terlarut dan pelarutnya yang tidak dapat dibedakan lagi secara kasat mata, memiki ukuran ikatan kurang dari 1 nm, cenderung lebih stabil.
Koloid
Adalah sistem dispersi padat cair atau dispersi cair cair (tidak melarut secara homogen), memiliki ukuran partikel kurang lebih 2-500 nm, masih dapat dibedakan menggunakan mikroskop electron, cenderung tidak stabil (tidak stabil dimaksudkan karena memungkinkan adanya interaksi antar partikel untuk membentuk partikel yang lebih besar, dan menyebabkan ketidakstabilan berupa penggumpalan, pengendapan ataupun pengapungan).
Suspensi
Pada umumnya adalah campuran heterogen yang merupakan sistem disperse padat cair, memiliki ukuran partikel >500 nm, dapat diamati dengan kasat mata dan cenderung membentuk endapan.

SELANJUTNYA PAHAMI SIFAT DARI PARTIKEL
Sebagaimana yang kita ketahui secara teoritis partikel adalah sebuah satuan dasar dari benda atau materi. Bisa juga dikatakan Partikel merupakan satuan bagian terkecil dari suatu materi. Jenis Partikel ini ada 3 yaitu: atom, molekul, dan ion. Jadi baik atom, molekul, dan ion ke tiga-nya merupakan satuan terkecil dari materi yg secara umum disebut partikel.
Partikel berdasarakan jenisnya ada yang berbentuk padatan, cairan  maupun gas. Yang umumnya memiliki muatan yang memungkinkan setiap partikel dapat berinteraksi antar partikel sejenis maupun dengan yang tidak sejenis, pada permukaan partikel memiliki tingkat energi yang berbeda beda, umumnya disebut energi bebas permukaan. Energy bebas permukaan ini memiliki korelasi dengan ukuran partikel dan interaksinya, ukuran partikel berbanding terbalik dengan energy bebas permukaan dan berbanding lurus dengan kecenderungan partikel untuk berinteraksi, sederhananya semakin besar ukuran partikel maka energi bebas permukaan semakin kecil, energi bebas permukaan yang kecil maka kecenderungan partikel berinteraksi semakin kecil juga.

TERUS APA HUBUNGANNYA DENGAN ELECTRICAL DOUBLE  LAYER (Lapisan Rangkap Listrik)  dan ZETA POTENSIAL ?
Hubungannya dengan Electrical double layer
Pada bahasan sebelumnya kita mengetahui bahwa suatu partikel memiliki muatan, entah itu muatan positif ataupun muatan negatif, muatan pada partikel ini ini akan berinteraksi dengan dengan muatan yang terdapat dalam larutan, hasil interaksi akan membentuk lapisan pada permukaan partikel, lapisan ini tersusun dari kumpulan muatan muatan yang yang berasal dari larutan, lapisan pertama yang menempel langsung pada permukaan partikel disbut dengan lapisan stern (Stern layer), ketika partikel bermuatan negatif, maka pada lapisan stern akan disusun oleh muatan muatan yang yang bersifat positif, dan begitu juga sebaliknya. Untuk lapisan kedua akan diisi oleh muatan muatan positif ataupun negatif secara kontinyu selalu bergantian hingga berada pada ke keadaan setimbang, lapisan ini disebut juga diffusion layer, dan pada lapisan ketiga disusun oleh muatan muatan positif ataupun negatif dengan susunan muatan yang lebih renggang, kondisi muatan muatan pada masing masing lapisan memiliki nilai potensial yang berbeda berbeda.

Hububngannya dengan Zeta potensial
Lantas bagaiamana hubungannya dengn nilai zeta potensial ? kembali lagi pada bahasan sebelumnya terkait electrical double layer. Sebagaimana yang kita bahas sebelumnya terdapat lapisan lapisan muatan pada permukaan partikel, muatan muatan ini berada pada tempat tempat tertentu atau bagian bagian tertentu yang masing massing memiliki nilai potensialnya.
1. Permukaan partikel disebut dengan surface potensial
2. Lapisan setelahnya disebut Stern Potensial
3. Lapisan paling luar atau jarak dari permukaan partikel hingga susunan muatan paling akhir disebut zeta potensial
Nah zeta potensial ini dimaksudkan sebagai parameter muatan listrik atau sederhananya adalah keseleruhan muatan penyusun lapisan lapisan yang menempel pada partikel mulai dari lapisan pertama hingga lapisan  paling akhir, yang dimana semakin tinggi nilai zeta potensial ini maka gaya tolak menolak antar partikel semakin tinggi, atau kecenderungan interaksi antar partikel semakin kecil karena dihalangi oleh lapisan lapisan muatan listrik

BELUM PAHAM ? INI CONTOH SEDERHANANYA
Bayangkan kamu dan satu orang temanmu adalah suatu partikel yang bermuatan negatif kemudian dimasukan dalam suatu ruangan yang didalamnya terdapat muatan muatan positif dan negatif, hal yang yang pertama akan terjadi adalah permukaan tubuhmu akan ditempeli oleh muatan muatan positif yang ada dalam ruangan membentuk suatu lapisan, lapisan ini dinamkaan stern layer, diikuti oleh lapisan lapisan selanjutnya, nah lapisan lapisan muatan yang menempel pada permukaan tubuhmua dan permukaan tubuh teman kamu ini lah yang menjadi penghalang kalian berdua untuk berinteraksi, beginilah electrical double layer dan nilai zeta potential  bekerja.

TERUS BAGAIAMANA HUBUNGANNYA DENGAN STABILITIAS SEDIAAN FARMASI KHUSUSNYA SISTEM DISPERSI
Sistem dispersi koloid ataupun suspensi, merupakan sediaan cair yang terdiri dari dua atau lebih fase internal yang terdispersi dalam fase eksternal, fase internal ini biasa berupa partikel dengan ukuran yang sangat kecil. Kita telah mengetahui sifat dan karakteristik dari partikel pada bahasan sebelumnya, partikel partikel ini memiliki kecenderungan untuk saling berinteraksi satu sama lain, untuk membentuk partikel yang lebih besar (aglomerat), partikel partikel yang membentuk aglomerat ini menjadikan sediaan tidak stabil, yang bentuk bentuk ketidakstabilannya dapat mempengaruhi efektivitas dari sediaan farmasi. Namun bentuk ketidakstabilan ini dapat terhambat prosesnya dengan adanya ­Electrical double layer, lapisan rangkap listrik ini akan mempertahankan partikel partikel untuk tetap berada pada keadaan terdispersi, dengan otomatis sediaan akan tetap stabil.

SELAIN TERJADINYA INTERAKSI ANTAR PARTIKEL, FAKTOR-FAKTOR APA LAGI YANG MEMPENGARUHI STABILITAS SEDIAAN ?
Selain adanya interaksi antara patikel, faktor lain yang dapat menyebabkan ketidakstabilan sediaan adalah perubahan suhu, paparan sinar matahari langsung, bau yang mnyengat, kontaminan dan faktor eksternal lainnya, hal ini sangat penting untuk diperhatikan dan diindari karena dapat mempengaruhi stabilitas dari sediaan yang juga bisa menurunkan efektivitas dari sediaan dalam menjalankan aktivitasnya.

APA SAJA SEDIAAN DISPERSI ?
Sistem dispersi sediaan cair pada umumnya terbagi atas dua yaitu disperse padat cair (contohnya adalah sediaan sediaan suspense) dan disperse cair cair (contohnya adala sediaan sediaan emulsi.
-       Kalamin losio
-       Antasida
-       Antibiotic dry suspension
-       Hand and body lotion
-       dan lain lain

BAGAIMANA MENGATAHUI SEDIAAN YANG MASIH STABIL DAN YANG SUDAH RUSAK ?
Untuk mengetahui sediaan yang mengalami kerusakan maupun sediaan yang stabil pada umumnya dapat dlakukan berbagai cara, baik itu secara instrumental maupun pengamatan visual. Sediaan yang mengalami kerusakan pada umumnya terlihat adanya perubahan fisik, berupa perubahan warna, pengendapan, penggumpala, perubahan bau dan parameter parameter lain, untuk sediaan disperse koloid kerusakan biasanya ditandai dengan adanya penggumpalan partikel membentuk aglomerat, pemisahan fase, hingga pengendapan partikel, pada kondisi terntentu juga dapat terjadi reaksi oksidasi ataupun hidrolisis yang menyebabkan adanya perubahan warna ataupun aroma. Untuk sediaan sediaan obat cair lainnya memiliki parameter yang kurang lebih sama dan juga ada yang berbeda untuk menentukan terjadinya kerusakan.

LANTAS BAGAIMANA PERAN FARMASI MENGENAI HAL INI ?
Sebagai profesi yang disiplin ilmunya adalah tentang segala sesuatu mengenai obat-obatan maupun pengobatan, seorang farmasis memiliki tugas untuk memperbaiki, mencegah, dan mengembangkan sediaan sediaan farmasi, memberikan informasi kepada pasien terkait bagaiamana tatalaksana penggunaannya untuk mencapai terapi yang maksimal.
Terkait electrical double layer, farmasis terus melakukan penelitian-penelitian terkait pengembangan stabilitas sediaan, khusunya dalam hal ini adalah pengujian pengujian terkait electrical double layer in dalam menigkatkan stabilitas sediaan, Beberapa diantaranya ialah studi tentang teori electrical double layer terhadap efek ukuran ion dalam molekul pelarut, efek electrical double layer dalam reaksi transfer ion, struktrur dan kapasitas electrical duble layer, teknik vibrasi permukaan spesifik terkait electrical double layer, efek electrical double layer dalam pemisahan emulsi minyak dalam air dan mekanisme statistical dari electrical double layer. Pengujian pengujian dilakukan untuk lebi mempelajari terkait sifat dari electrical double layer sehingga dapat dijadikan acuan ataupun dasar dari pengembangan stabilitas sediaan.

APA HAL-HAL YANG HARUS DIKETAUI OLEH KONSUMEN ?
Hal pertama yang harus dilakukan oleh konsumen, terkait penggunaan obat, dianjurkan untuk mempertanyakan segala sesuatu yang tidak diketahui kepada apoteker terkait obat obatan yang diterima.Dimulai dari bagaiaman cara penggunaannya, indikasi, efek samping, bagaimana mengatasi efeksamping, hingga bagaimana cara penyimanan yang baik, tidak lupa hal yang paling penting yaitu untuk selalu mengecek tanggal kadarluarsa obat sebelum menggunakannya.
Semoga Bermanfaat

DAFTAR PUSTAKA
Henderson, D. 1982. The Statistical Mechanisme of the Electric Double Layer. University of Puerto Rico, Rio Pedras; USA.
Bikerman, J. 2009. Structure and Capasity of Electrical Double Layer. United Kindom
Lin, C., et al. 2016. Electrical Double Layer Effect on Ion Transfer Reaction. University of Oxford; United Kingdom.
Torrie, M. G. et al., 1989. Theory of The Electrical Double Layer: Ion Size Effect in a Molecular Solvent. Royal Military Colege; Canada.
Nagata, Y.  and Saul, M. 2018. Electrical Double Layer Probed by Surface-Specific Vibrational Technique. University of California ; USA
Sinha, S. et al . 2015. Electrical Double Layer Probed by Surface-Specific Vibrational Technique. University of Maryland  ;USA


Senin, 12 Mei 2014

10 PENYAKIT

DAFTAR 10 PENYAKIT PALING MEMATIKAN
#monkeydragneelnaruto
Sekarang ini berbagai macam penyakit yang diderita manusia sangat beragam. Ada berbagai jenis penyakit seperti penyakit kronis, penyakit menular, penyakit tidak menular, penyakit yang mematikan dll. Penyakit mematikan ini sangat umum diderita manusia dan yang paling mematikan adalah serangan jantung. Namun kita juga perlu waspada dengan penyakit yang lain dan memeriksakan diri lebih dini serta menambah pengetahuan kita agar kita dapat melakukan pencegahan dengan baik. Mencegah lebih baik dari pada mengobati.
10. Diare
Diare bisa disebabkan oleh virus, bakteri atau micro-organisme didalam tubuh. Diantaranya juga disebabkan oleh virus gastroenteritis (penyebabnya adalah bakteri E.coli) dan rotavirus (biasanya menyerang anak dibawah lima tahun). Diare tidak datang dengan sendirinya, umumnya terjadi karena kurang menjaga kebersihan pada waktu akan makan, alergi terhadap makanan tertentu, infeksi karena sedang terserang penyakit lain seperti infeksi tenggorokan, malaria dll. Secara tidak sadar kita sering terkena diare atau disentri (peradangan pada usus besar sehingga menyebabkan diare) yang gejala umumnya adalah mencret atau BAB dengan frekuensi lebih dari 4 kali dalam sehari, muntah, lesu atau lemah, nafsu makan hilang, kadang disertai demam, terdapat lendir bahkan darah dalam feces. Diare sangat berbahaya dan salah satu penyebab kematian terutama bayi, apabila tidak ditangani dengan serius dan jika terlalu banyak kehilangan cairan dalam tubuh atau dehidrasi. Untuk pencegahan diare yang dapat Anda lakukan adalah menjaga kebersihan, masak makanan dengan baik, biasakan mencuci tangan. Untuk penanganan pertama, Anda lakukan adalah berikan cairan elektrolit, perbanyak minum, asupan gizi yang seimbang, perbanyak ASI apabila masih dibawah dua tahun.
9. Anthrax
Anthrax adalah penyakit mematikan serta menular yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis. Penyebaran bakteri Bacillus anthracis melalui tanah dan udara (bakteri Bacillus anthracis bersifat aerob). Di Indonesia, untuk kasus di Bogor penyebaran Anthrax terjadi karena spora Anthrax terbawa banjir. Inkubasi penderita Anthrax mula-mula kulit gatal, kemudian melepuh apabila pecah akan membentuk scab (kerak kering pada luka), disertai nyeri dan bengkak. Apabila bakteri sudah masuk ke tubuh dalam jangka waktu 24 jam, gejalanya mual, muntah darah pada anthrax usus. Pada anthrax paru-paru gejalanya batuk, sesak nafas. Sakit kepala dan kejang pada anthrax otak. Jika tidak segera diobati penderita bisa meninggal dalam waktu satu atau dua hari. Anthrax sudah dapat diobati dengan Penisilin dan turunannya.
8. Flu Burung
Flu Burung adalah penyakit mematikan dan menular yang disebabkan oleh virus H5N1, dengan burung sebagai medianya. Penularan Flu Burung adalah melakukan kontak langsung dengan unggas yang terjangkit virus atau melalui asap hasil pembakaran unggas yang terjangkit virus H5N1 karena metode pembakaran yang kurang tepat. Gejala virus flu burung pada manusia adalah menderita ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas) dengan disertai demam diatas 38 derajat Celcius, batuk, sakit tenggorokan, mengeluarkan ingus, nyeri otot, sakit kepala, lemas, radang paru-paru. Apabila tidak segera ditangani akan menimbulkan kematian, karena gejalanya sama dengan flu biasa. Flu burung sudah ada obatnya yaitu dengan obat antivirus diantaranya Tamiflu (oseltamivir). Pencegahan terhadap flu burung adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan ternak unggas, selalu mencuci tangan dengan sabun dan menjaga imunitas tubuh.
7. Hepatitis
Hepatitis adalah penyakit mematikan selanjutnya yang menyerang organ hati (liver). Hepatitis ada beberapa macam. Hepatitis A disebabkan oleh Virus Hepatitis A (VHA) dan tergolong ringan. Hepatitis B tergolong berbahaya dan menular, disebabkan oleh Virus Hepatitis B (VHB) yang menyerang hati dan terjadi peradangan hati akut yang menahun. Hepatitis C disebabkan oleh Virus Hepatitis C (VHC), penularannya melalui transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi VHC, serangga yang menggigit penderita Hepatitis C. Selain virus, ada faktor lain penyebab Hepatitis seperti mengkonsumsi alkohol terlalu banyak, penyakit autoimun, hasil komplikasi dari penyakit lain, efek karena mengkonsumsi obat-obatan dalam jangka waktu yang lama. Hepatitis juga dikenal dengan sebutan penyakit kuning yang terlihat warna kuning pada kulit, kuku dan bola mata yang berwana putih. Pengobatan penyakit Hepatitis dapat dilakukan dengan mengkonsumsi obat, injeksi dan pencangkokan atau transplantasi hati.
6. Malaria
Malaria disebabkan oleh parasit protozoa dari genus Plasmodium, melalui gigitan nyamuk Anopheles. Gejala penyakit malaria adalah demam, menggigil, nyeri persendian, muntah, tampak pucat, hati dan limpa membesar, urine tampak keruh, kejang. Ada empat golongan penyakit malaria, yaitu malaria tertiana, malaria quartana, malaria serebral dan malaria pernisiosa. Malaria yang tergolong berbahaya adalah malaria serebral dan malaria pernisiosa, keduanya dapat menyebabkan kematian. Penyakit malaria dapat diobati dengan getah dari batang pohon cinchoona (kina). Pada tahun 1930, ilmuwan Jerman menemukan Atabrine yang lebih efektif menekan racun.
5. TBC
Selanjutnya ada penyakit Tuberkulosis (TBC) yang termasuk penyakit mematikan. TBC dapat menyerang siapa saja baik tua, muda, anak-anak dengan status sosial yang berbeda-beda. Di Indonesia TBC terus meningkat dengan 250 kasus dan 140.000 menyebabkan kematian. Penyakit TBC disebabkan oleh bakteri Mikobakterium tuberkulosa, yang menyerang paru-paru. Penyakit TBC menular melalui udara pada saat penderita TBC batuk dan pada anak-anak umumnya karena tertular penderita TBC dewasa. Selain paru-paru, TBC juga dapat menginfeksi otak, ginjal, saluran pencernaan, tulang, kelenjar getah bening dll. Gejala umum penyakit TBC adalah demam dimalam hari tetapi tidak terlalu tinggi, nafsu makan dan berat badan menurun, batuk-batuk selama lebih dari tiga minggu kadang mengeluarkan darah, lemah. Segera periksakan kedokter apabila terkena TBC dan lakukan pengobatan dengan baik.
4. Diabetes
Diabetes adalah penyakit dimana tubuh sudah tidak mampu lagi mengendalikan kadar gula dalam darah, penyakit ini sering disebut kencing manis. Diabetes terjadi karena zat insulin tidak memproduksi dalam jumlah yang cukup atau zat insulin dalam tubuh tidak bekerja secara efektif. Hal ini dipicu karena gangguan metabolisme tubuh. Dampaknya terjadi penumpukan kadar gula dalam darah yang pada akhirnya dilimpahkan ke saluran urine. Tanda-tanda penderita diabetes secara umum adalah jumlah urine yang dikeluarkan lebih banyak, cepat merasa haus, cepat merasa lapar, berat badan menurun, cepat lelah, rabun tiba-tiba, sering kesemutan di telapak tangan dan kaki, lambat sembuh apabila terluka/tergores. Diabetes menyebabkan komplikasi penyakit lain seperti jantung koroner, stroke dan gagal ginjal. Cara pencegahannya adalah dengan menganut gaya hidup sehat, batasi konsumsi gula dan garam, protein, rajin memeriksa kadar gula.
3. Aids
AIDS adalah suatu penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh human immunodeficiiency virus (HIV) yang mematikan. HIV menyerang sel darah putih (sel CD4) sehingga sistem imun atau kekebalan tubuh menjadi rusak sehingga mudah terkena penyakit, sekalipun penyakit ringan. Penularan virus HIV AIDS melalui transfusi darah, jarum suntik, berhubungan badan dengan orang yang terkena HIV, melalui ASI. Gejala penderita penyakit AIDS pada umumnya adalah mengalami sesak nafas, hilangnya nafsu makan, mual, muntah, jamur pada rongga mulut, diare kronis, kehilangan berat badan, letih, ingatan berkurang, sakit kepala, susah berkonsentrasi, mengalami berbagai macam penyakit kulit, pada wanita mengalami jamur pada vagina, luka pada saluran kemih dll. Hingga saat ini belum ditemukan obat untuk menyembuhkan penderita AIDS baik serum maupun vaksin. Pemberian obat-obatan hanya bertujuan untuk membantu memperbaiki daya tahan tubuh.
2. Kanker
Penyakit kanker adalah penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel tubuh yang tidak biasa dan penyebab kematian. Sel itu berkembang dengan cepat, terus menerus membelah diri, tidak terkendali kemudian menyebar ke jaringan tubuh disekitarnya melalui jaringan ikat, sirkulasi darah atau sistem limpa. Kanker lalu menyerang organ-organ tubuh yang penting, syaraf tulang belakang dan menekan jaringan tubuh tersebut, inilah yang disebut tumor ganas. Gejala pengidap kanker sering tidak terlihat, karena keluhan penderita pada umumnya sama dengan penyakit lain dan tahu-tahu sudah menjadi kanker ganas. Kanker bisa menyerang siapa saja, tua-muda, pria-wanita, kaya-miskin, gemuk-kurus. Pengobatan penyakit kanker ganas biasanya adalah dengan kemoterapi, terapi radiasi, pembedahan, imunoterapi dll. Kanker dapat dicegah dengan mengurangi makanan berlemak, perbanyak mengkonsumsi sayur dan buah-buahan, kurangi merokok, hindari alkohol, hindari makanan yang diawetkan, lebih sering mengkonsumsi makanan yang mengandung beta karoten (anti kanker) seperti: wortel, mangga, pepaya, bayam dll.
1. Serangan Jantung
Serangan jantung atau stroke adalah penyakit yang paling mematikan dan terjadi ketika aliran darah melewati suatu bagian otot jantung terhalang. Jika tidak segera diberi tindakan, bagian dari jantung tersebut kekurangan oksigen dan menjadi rusak kemudian menyebabkan kematian. Serangan jantung menjadi pembunuh nomor satu terutama di negara maju. Serangan jantung paling sering terjadi akibat dari Penyakit Jantung Koroner, penyakit ini terjadi karena ada penimbunan lemak selama bertahun-tahun pada dinding dalam arteri koroner (pembuluh nadi yang mensuplai darah ke jantung). Tanda-tanda atau gejala yang paling sering terjadi adalah rasa nyeri yang tidak biasa dan hebat di dada seperti ditekan dan diremas, nafas berat dan pendek, biasanya disertai mual, muntah, seperti akan pingsan, keluar keringat dingin. Yang harus dilakukan apabila terkena serangan jantung adalah berangkat ke rumah sakit secepatnya usahakan pada lima menit pertama, telepon ambulan apabila tanda-tanda tersebut muncul kembali, minum pil nitroglycerin yang didapat dari dokter.
Ehem karena itulah kita harus menjaga kesehatan kita,, sehat itu mahal harganya